tugas dakwah


@@@@ perencanaan dan program dakwah@@@@

 

PENDAHULUAN
dakwah sebagai kegiatan yang berorientasi pada hubungan dua arah, yaitu hubungan langsung dengan alloh dan hubungan dengan alam membutuhkan kesiapan dan persiapan mereka yang terlibat di dalamnya secara lebih terarah dan intens.hubungan denngan Alloh ditandai dengan adanya pembenahan dan pengontrolan tiap individu dalam menjaga kualitas batin masing-masing sehingga arah dan tujuan atau niat tidak sampai tercerabut dari akar dan pondasi syariat yang harus dimiliki setiap da’i, adapun hubungan horisontal atau hubungan dengan alam semesta ditandai dengan banyaknya elemen-elemen dakwah yang bersentuhan langsung dengan dunia yang melingkupi da’i atau lembaga dakwah, artinya ketergantungan terhadap lingkungan sekitar adalah menjadi syarat utama kesuksesan dakwah.

1- definisi perencanaan

Perencanaan adalah suatu proses pikiran manusia dan tindakan berdasarkan dari pikiran.  Pemikiran sebelumnya yang sangat umum bagi kegiatan manusia. Tukang kayu merencana selagi ia mengetokkan palunya ke paku. Seseorang merencanakan membawa payung atau tidak selagi ia mendengarkan siaran cuaca di radio. Seorang supir merencanakan mengangkut penumpang selagi ia membawa muatan.  Perencanaan sebagai pilihan rasional, Pilihan rasional salam hal ini dapat didefinisikan sebagai sebagai pilihan yang mengikuti aturan-aturan logis. Perencanaan menjadi suatu proses untuk menentukan kemungkinan tindakan-tindakan yang akan terjadi di  masa depan.

Perencanaan sebagai tindakan mengontrol masa depan, Perencanaan dapat dilihat sebagai kemampuan untuk mengendalikan konsekwensi masa depan dari tindakan-tindakan sekarang. Tujuan dari perencanaan itu adalah membuat masa depan yang berbeda dari apa yang seharusnya terjadi tanpa campur tangan di masa kini.

2- definisi program

dalam bahasa komputer program di artikan dengan Rangkaian kegiatan atau perintah untuk dieksekusi oleh komputer.

Program merupakan kumpulan instruction set yang akan dijalankan oleh pemroses, yaitu berupa software. Bagaimana sebuah sistem komputer berpikir diatur oleh program ini. Program inilah yang mengendalikan semua aktifitas yang ada pada pemroses. Program berisi konstruksi logika yang dibuat oleh manusia, dan sudah diterjemahkan ke dalam bahasa mesin sesuai dengan format yang ada pada instruction set. jadi menurut hemat penulis program bisa kita artikan dengan perencanaan yang telah di susun dengan sistematis yang mampu menjadi rel dari tujuan awal

Program dapat diartikan sebagai suatu rencana kegiatan dari suatu organisasi yang terarah, terpadu dan tersistematis yang dibuat untuk rentang waktu yang telah ditentukan oleh suatu organisasi. Program kerja ini akan menjadi pegangan bagi organisasi dalam menjalankan rutinitas roda organisasi. Program kerja juga digunakan sebagai sarana untuk mewujudkan cita cita organisasi. dua alasan pokok mengapa program kerja perlu disusun oleh suatu organisasi :

Efisiensi organisasi

Dengan telah dibuatnya suatu program kerja oleh suatu organisasi maka waktu yang dihabiskan oleh suatu organisasi untuk memikirkan bentuk kegiatan apa saja yang akan dibuat tidak begitu banyak, sehingga waktu yang lain bisa digunakan untuk mengimplementasikan program kerja yang telah dibuat.

Efektifitas organisasi

Keefektifan Organisasi juga dapat dilihat dari sisi ini, dimana dengan membuat program kerja oleh suatu organisasi maka selama itu telah direncanakan sinkronisasi kegiatan organisasi antara bagian kepengurusan yang satu dengan bagian kepengurusan yang lainnya .

JENIS-JENIS PROGRAM KERJA

Program kerja akan dibuat oleh suatu organisasi sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan oleh organisasi yang bersangkutan, jenis jenis program kerja dapat dibedakan antara lain:

Menurut rentang waktu perencanaan

Program kerja untuk satu periode kepengurusan

Jenis program kerja ini biasanya dibuat oleh organisasi untuk satu periode kepengurusan, sehingga kegiatan rapat kerja (raker) organisasi hanya dilakukan sekali dalam satu periode kepengurusan dan untuk tahap selanjutnya akan diadakan evaluasi dan koordinasi dari program kerja yang telah ditetapkan

Program kerja untuk waktu tertentu

Jenis program kerja seperti ini disusun untuk suatu jangka waktu tertentu biasanya triwulan, caturwulan, semester dan lain lain. Dalam pembuatan metode program kerja seperti ini maka akan ditemui bahwa suatu organisasi akan mengadakan rapat kerja (raker) organisasi lebih dari sekali dalam satu periode kepengurusan

Menurut sifat program kerja

Program kerja yang bersifat terus menerus (continue)

Program kerja seperti ini akan dilakukan secara terus menerus (tidak hanya sekali) oleh suatu organisasi, kesulitan pengimplementasian program kerja umumnya akan dihadapi saat pertama kali melaksanakan jenis program kerja ini.

Contoh :

-. Mengadakan MPAB pada setiap penerimaan mahasiswa baru

-. Mengadakan Diklat Manajemen Organisasi setiap 2 bulan setelah MPAB

Program kerja yang bersifat insidental

Program kerja seperti ini umumnya hanya dilakukan pada suatu waktu tertentu oleh suatu organisasi biasanya mengambil momentum momentum waktu yang penting

Contoh :

-. Mengadakan bakti sosial karena ada kejadian bencana alam disuatu desa Hindu

-. Mengadakan pameran buku Hindu berkaitan dengan hari raya Saraswati

-. Mengadakan seminar “Asmaragama Dalam Hindu” berkaitan dengan hari AIDS sedunia

-. Mengadakan “Konser Musik Alternatif” dan seminar berkaitan dengan Ulangtahun (Dies Natalis) KMHDI

Program kerja yang bersifat tentatif

Program kerja ini sifatnya akan dilakukan sesuai dengan kondisi yang akan datang. Alasan dibuatnya program kerja jenis ini adalah karena kurang terjaminnya faktor faktor pendukung ketika diadakannya perencanaan mengenai suatu program kerja lain .

Contoh :

-. Membuat Bazaar Makanan Keliling untuk mencari dana bagi pelaksaan Dies Natalis KMHDI

-. Menjadi penjaga parkir di Pura Perak untuk mencari dana bagi pelaksaan program kerja pengadaan Mobil Merzedes Benz Turbo Matic untuk Sekretaris II PC KMHDI Surabaya

-. Membuat program pelatihan Internet bagi seluruh anggota kMHDI untuk mendukung program “Mari Berkomunikasi” yang dicanangkan oleh Sekjen KMHDI

3- langkah-langkah membuat perencanaan

Langkah pertama dalam membuat perencanaan dimulai dengan mendapatkan suatu kejelasan idaman dari komunitas atau lembaga yang layani. Nama lain dari hal itu adalah visi lembaga.
Visi adalah apa yang jadi peran lembaga atau komunitas . Contoh: “Menjadi tempat singgah kejiwaan para kawula muda yang tidak diterima dimana-mana”.
Pada langkah kedua perencanaan, maka kita perlu menyadari bahwa Impian atau idaman lembaga atau komunitas tadi perlu mendapat wujudnya. Tugas adalah mendapatkan kejelasan apa yang hendak dicapai oleh lembaga atau komunitas yang pimpin tadi secara nyata. Kejelasan ini janganlah hanya merupakan suatu hasil pemikiran dan pertimbangan pimpinan saja, tapi libatkan semua pihak agar mereka merasakan bahwa apa yang ingin dicapai itu adalah cocok dengan isi hati mereka dan suatu milik bersama yang berharga. Nama hal ini adalah rumusan misi lembaga.
Dengan adanya kejelasan visi dan misi, kini perlu ingat agar jangan terlalu cepat bergerak mengejarnya. Di awal suatu perencanaan strategis yang besar, perlu juga dibahas bersama makna dari pengejaran yang akan dilakukan.
Langkah ketiga di dalam perencanaan adalah meneliti kekuatan dan kelemahan komunitas atau lembaga. Serempak dengan proses itu juga menilai situasi di lingkungan kerja lembaga atau komunitas , hal-hal yang menjadi peluang dan hal-hal yang menjadi ancaman bagi komunitas atau lembaga . Langkah ini dikenal dengan nama SWOT Aanalysis atau analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Pada akhir langkah ketiga ini menentukan pilihan strategi , yaitu salah satu di antara hal ini:
a. mendahulukan pengembangan kekuatan lembaga atau komunitas secara maksimum dan sekaligus meraih peluangyang tersedia di dalam lingkungan
masyarakat dimana lembaga berada.
b. mendahulukan pembenahan di dalam lembaga, yaitu menangani semua kelemahan dengan sekaligus meraih peluang yang ada.
c. mendahulukan pengembangan kekuatan lembaga atau komunitas serta sekaligus menangani ancaman yang hadir di masyarakat atau lingkungan luar dari lembaga atau komunitas atau,
d. mendahulukan pembenahan kelemahan internal lembaga atau komunitas serta sekaligus menangani ancaman yang hadir di masyarakat atau lingkungan luar dari mlembaga atau komunitas . Pilihan strategis di atas akan kemudian di jabarkan ke dalam serangkaian program yang direncanakan. Akhirnya, ingatkan orang-orang bahwa bila kita gagal membuat perencanaan, kita sudah merencanakan untuk gagal.

4- langkah-langkah membuat program

Dalam organisasi, sudah menjadi kewajiban pengurus untuk membuat program kerja yang akan dijalankan oleh suatu organisasi untuk jangka waktu yang telah ditetapkan, namun dalam pembuatannya, pengurus harus memperhatikan beberapa hal dalam penyusunan suatu program kerja. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain :

1. Latar Belakang Pembentukan Organisasi

Hal ini berkaitan dengan nilai nilai yang mendasari pendirian suatu organisasi yang bertalian erat dengan semangat para pendiri organisasi

2. Sejarah Perjalanan Organisasi

Hal ini berkaitan dengan pengalaman organisasi dalam menjalankan program kerja yang telah direncanakan, sejarah perjalanan organisasi ini sangat penting untuk diperhatikan karena kesesuaian jiwa organisasi dengan implementasi program kerja bisa dilihat dari sisi ini.

3. Visi dan Misi Organisasi

Program kerja yang dibuat harus sesuai dengan visi dan misi yang telah menjadi bagian utama dari suatu organisasi sebagai acuan pokok dalam menjalankan roda organisasi

4. AD/ART dan Peraturan Organisasi

Program kerja yang dibuat tidak boleh menyalahi AD/ART serta peraturan organisasi.

5. GBHO/GBPK

GBHO dan GBPK umumnya dibuat pada saat awal suatu kepengurusan (saat terbentuknya kepengurusan baru) dan hal ini merupakan amanat organisasi yang didasari pada situasi yang sedang berkembang serta dinamika dari organisasi yang bersangkutan. Suatu program kerja tidak boleh melanggar GBHO/GBPK karena pelanggaran terhadap GBHO/GBPK sama artinya dengan menentang amanat yang telah diberikan oleh organisasi

5. MEMBUAT PROGRAM KERJA

Setelah kita paham tentang prasyarat prasyarat dari pembuatan program kerja maka barulah kita membuat program kerja, dalam pembuatan program kerja organisasi maka hal hal minimal yang harus dicantumkan adalah :

1. Nama Kegiatan

Merupakan judul dari suatu kegiatan yang direncanakan.

2. Latar Belakang

Merupakan penjelasan dari pertanyaan mengenai “Mengapa Program kerja ini perlu dibuat ? “.

3. Tujuan Kegiatan

Berkaitan dengan hal hal yang ingin dicapai setelah melaksanakan program kerja.

4. Sasaran Kegiatan

Berkaitan dengan pelaku serta objek dari kegiatan,biasanya bersifat intern atau Ekstern Organisasi.

5. Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Menjelaskan mengenai tempat dan waktu pelaksanaan dari program kerja yang direncanakan.

6. Anggaran Dana

Menjelaskan tentang besarnya dana yang diperlukan.

7. Penanggungjawab Kegiatan

Berisikan Informasi mengenai nama orang yang memegang tanggung jawab kegiatan.

8. Keterangan

Berisikan tambahan informasi lainnya bila diperlukan.

Hal hal diatas merupakan Informasi minimal yang harus ada dalam suatu program kerja dan informasi lainnya bisa ditambahkan dengan memperhatikan faktor efisiensi dan efektifitas pemahaman seseorang dalam membaca program kerja yang kita buat. Dalam membuat program kerja maka harus memperhatikan bentuk/format dari program kerja, ada dua model umum dari format penulisan program kerja yaitu :

1. Bentuk Tabel

Format penulisan seperti ini menggunakan tabel sebagai penjelasan dari program kerja yang dibuat

Contoh :

No NamaKegiatan LatarBelakang TujuanKegiatan SasaranKegiatan Tempat & Waktu Anggaran Dana Penanggungjawab keterangan
1                
2                

2. Bentuk Uraian

Bentuk ini menggunakan format penulisan seperti uraian biasa, sehingga penulisannya tidak menggunakan tabel.

Contoh :

1. > Nama Kegiatan : MPAB

Latar Belakang : MPAB adalah kaderisasi awal dalam tingkat cabang KMHDI. yang merupakan gerbang bagi seorang kader KMHDI untuk mengenal KMHDI

Tujuan Kegiatan : Melakukan Pelatihan Kader secara Formal dengan target

a. Penanaman nilai nilai dasar KMHDI pada calon kader

b. Tersampaikannya Materi MPAB secara Maksimal dan standar

Sasaran Kegiatan : Calon Anggota KMHDI (Mahasiswa Hindu Surabaya)

Tempat & waktu : Tempat menyesuaikan,

Waktu : * MPAB III : Minggu II Oktober 2001

* MPAB IV : Minggu III Maret 2002

* MPAB V : Minggu III September 2002

Anggaran Dana : Rp 900.000,00 (@ Rp 300.000,00)

Penanggung Jawab : * MPAB III : Yessi C.O

* MPAB IV : Winarta

* MPAB V : Widi

Keterangan : Tanggung Jawab Program MPAB ini secara keseluruhan pada ketua bidang Kaderisasi
5- perencanaan dan pengorganisaian dalam dakwah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: